Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Berbagai kebutuhan sepertinya saat ini memang banyak dalam daftar yang dituliskan. Ntah itu untuk pendaftaran ulang anak-anak, biaya pendaftaran dan bulanan kursus anak-anak, dan biaya-biaya lainnya. Mungkin jika aku tidak menyikapinya dengan baik, mungkin kegelisahan dan kerisauan merasuki ke dalam hati dan pikiran. Alhamdulillah kegelisahan hanya mampir sebentar, selebihnya aku bersyukur kepada yang diberikan Allah kepadaku. Masih banyak banget kehidupan orang lain yang jauh banget dibawahku saat ini.
teringat tulisan yang pernah aku baca, bahwa seringkali kita beranggapan bahwa rejeki itu adalah hasil kerja keras dan usaha kita sendiri. Padahal sebagai ciptaan Allah, tugas manusia hanyalah berusaha dan berdoa. Hasil akhirnya mutlak Allah yang menentukan. Ada puluhan surat yang sama menyinggung mengenai ketetapan Allah mengenai rejeki. Salah satunya adalah QS 20 Thaahaa ayat 132
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
dan QS 34 Saba ayat 39 :
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Ingat ceritaku dulu tentang pak Sarjono. he he beberapa minggu yang lalu alhamdulillah..pagi itu ketemu lagi dengan pak Sarjono, kuberanikan diri untuk mengucapkan salam "Assalamualaykum"..alhamdulillah beliau juga menyapaku dengan salam yang lengkap "Waalaykumsalam warrahamatullahi wabbarakatuh" semakin indahnya hari ini.

* mbak Rini Rusli, saya ijin menggunakan fotonya ya :)
Hmm pikirku, selama aku ingat untuk berdoa dan memohon selalu dan hanya kepadaNya, insyaAllah dan berharap aku akan bisa bersyukur kepadaNya..selain itu aku berharap aku peka terhadap nikmat-nikmat dan ujian yang kadang terlupakan ntah itu udara yang aku hirup, pendengaran yang baik, mata yang bisa melihat, keimanan yang terjaga, hati yang sedang di bolak balikkan, dan banyak lagi...insyaAllah.
Nabi Muhammad pernah bersabda :
“Allah yang Maha Kepujian menjadikan sifat Rahmat seratus bagian. Maka dipeganglah di sisi-Nya 99 bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Maka dengan yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakiknya karena takut anaknya terinjak olehnya”
Untuk apa Allah memercikkan sebagian kecil sifat-Nya kepada diri manusia? Boleh jadi agar manusia mudah merasakan hal-hal yang di ridhoi-Nya dan apa yang tidak disukai-Nya. Sehingga manusia yang mau menggunakan akal dan hati yang dimilikinya dapat menemukan dan merasakan kebenaran hakiki yang akan menuntunnya ke surga..itulah suara hati. Seorang penjahatpun mampu menemukan kebenaran, yaitu kebenaran dari sudut pandang Ilahiyyah. Tetapi tentu saja jika ia mau menggunakan akal dan suara hatinya. Namun kadangkala belenggu di dalam hati sudah begitu banyaknya sehingga hati itu keras, dan suara hati itu diabaikan. Oleh karena itu sangat sering kita mendengar nasihat dari orang-orang tetapi selama kita enggan menggunakan akal dan kalbu kita untuk memahaminya, maka semua nasihat itu tidaklah ada artinya.
Surat Al A’raaf QS 7 ayat 179 mungkin bisa menjadi renungan buat aku dan kita semua
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”
InsyaAllah tulisan ini bisa menjadi bahan renunganku kapan saja
Assalammualaikum ya akhi ya ukhti
Masih ingatkah sahabat :
ada cerita imaginare tentang Sholat Subuh di Masjid yang aku dapatkan dari temanku :
Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Ditengah jalan menuju masjid, pria tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid.
Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.
Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Kemudian di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.
Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi perjalanan anda.''
Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid. Sesaat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.
Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali-kali dan, lagi, akan tetapi jawabannya sama.
Kemudian pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab Aku adalah Setan. Tentulah pria pertama itu terkejut dengan jawaban pria kedua.
''Setan kemudian menjelaskan : 'Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa2mu.
Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutuskan kembali ke masjid. Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh untuk ketiga kalinya, jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dengan selamat..' '
Jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.
Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kita lakukan karena kita tidak pernah tahu ganjaran yg akan kita dapatkan...insyaAllah